MUARADUA - Tidak kunjung turun hujan selama tiga pekan terakhir membuat beberapa titik kawasan lahan di OKU Selatan rentan akan kebakaran.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) mengimbau warga setempat
untuk mengurangi aktivitas pembakaran lahan karena dapat memicu
terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang memunculkan kabut asap.
"Sekarang kan belum diguyur hujan selama tiga minggu, pepohonan akan
sangat mudah terbakar. Aktivitas pembakaran hutan untuk keperluan
pembukaan lahan pertanian dianggap cukup berisiko menimbulkan bencana,
dan juga mengganggu polusi udara," kata Kepala BPBD Kabupaten OKU
Selatan, Mahfi Abubakar SE, Rabu (1/7/2015).
Dikatakan Mahfi, pihaknya mengimbau masyarakat untuk mengurangi
aktivitas pembakaran lahan di saat musim kemarau. Kalau bisa sebaiknya
gunakan metode lain yang tidak akan memicu api meluas.
Sudah beberapa pekan ini, cuaca panas melanda wilayah Kabupaten OKU Selatan.
Debit air sungai pun mulai surut. Dalam kondisi cuaca seperti ini rentan kebakaran lahan di berbagai kawasan kecamatan.
"Adapun kawasan lahan yang rentan akan kebakaran yakni Kecamatan
Muaradua, Buana Pemaca, Buay Sandang Aji, Buay Rawan dan sekitarnya yang
daerahnya banyak ditumbuhi semak ilalang. Juga langganan terbakar kala
musim panas," katanya.
Dikatak Mahfi, sebagian besar warga mulai mengeluhkan cuaca panas bahkan hingga malam hari.
Tidak hanya itu, sejumlah petani pun banyak yang khawatir akan
perkembangan buah tanaman yang mereka dapat karena pengaruh cuaca panas
seperti yang terjadi sekarang ini.
Sumber : SRIPOKU.COM
Rabu, 08 Juli 2015
Muaradua Musim Kemarau, Jangan Bakar Hutan
Posted on 14.42 by bukarahasiausaha
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar